Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Mengangkat Potensi Kue Khas Desa Teluk Pandan Bernilai Tinggi.
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Mengangkat Potensi Kue Khas Desa Teluk Pandan Bernilai Tinggi.
Rita Santi salah seorang mahasiswa
Institute Tehnologi dan Bisnis AHMAD DAHLAN Jakarta memberikan pelatihan
pembuatan kue khas desa untuk ibu ibu masyarakat desa setempat.
Desa Teluk Pandan, yang terletak di
kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur,memiliki potensi ekonomi yang
signifikan melalui pengembangan mikro kecil.
Kue Desa Teluk Pandan adalah salah satu kekayaan kuliner tradisional
yang mencerminkan budaya dan warisan masyarakat setempat.
Alasan Rita Santi untuk pembuatan kue
ini berakar dari kebiasaan masyarakat Teluk Pandan yang memanfaatkan
bahan-bahan lokal tersedia di sekitar mereka, seperti kelapa, gula merah, dan
tepung beras.
Tujuan membuat kue di desa Teluk
Pandan bisa bermacam-macam, namun umumnya terkait dengan tradisi, ekonomi, dan
sosial budaya setempat. Secara tradisional, membuat kue sering kali menjadi
bagian dari persiapan untuk acara-acara penting seperti perayaan adat,
pernikahan, atau acara keagamaan.
Selain itu, bagi banyak ibu-ibu di
desa, membuat dan menjual kue bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang
penting. Ini juga merupakan cara untuk menjaga dan mewariskan resep-resep
tradisional kepada generasi berikutnya, memastikan bahwa kekayaan kuliner desa
tetap hidup. Selain itu, aktivitas membuat kue sering kali mempererat hubungan sosial
di antara masyarakat, karena bisa menjadi kesempatan untuk berkumpul dan
berbagi cerita sambil melakukan kegiatan yang produktif.
Proses ini dimulai dengan
pemilihan bahan-bahan lokal yang segar, seperti kelapa, gula aren, dan tepung
beras, yang sering kali didapatkan dari sumber-sumber di sekitar desa.
Kemudian, bahan-bahan tersebut diolah secara manual menggunakan peralatan
tradisional, seperti lesung dan alu untuk menumbuk, serta kukusan bambu untuk
mengukus kue.
Salah satu kue khas yang sering dibuat
adalah kue lapis atau kue talam, yang memerlukan ketelatenan dalam membentuk
lapisan-lapisan warna-warni yang cantik. Selain menjaga cita rasa yang
autentik, metode tradisional ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan
sosial di antara warga desa, karena sering kali aktivitas pembuatan kue
dilakukan secara gotong-royong.
Kesimpulan dari pembuatan kue yang
menghasilkan di desa Teluk Pandan adalah bahwa potensi lokal dapat dimanfaatkan
secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Pembuatan
kue ini memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat di wilayah tersebut dan
keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga menciptakan produk
yang memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri.


Komentar
Posting Komentar